BERKUALITAS DAN SIAP KERJA: Prosesi Wisuda Sarjana Ke-37 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Surakarta di Harris Hotel and Convention Solo, Sabtu (2/11).

WISUDA KE-37, STIE SURAKARTA

Sudah Luluskan 3.537 Wisudawan
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Surakarta kembali menggelar Wisuda Sarjana Ke-37 di Harris Hotel and Convention Solo, Sabtu (2/11). Di usia ke-26 tahun, STIE Surakarta telah meluluskan 3.537 mahasiswa dari tiga program studi (prodi). Yaitu D3 Akuntansi, S1 Manajemen, dan S1 Akuntansi.

KETUA STIE Surakarta Dr. Sunarto Isstianto, M.M., mengatakan, memasuki era revolusi industri 4.0, pekerja harus meningkatkan kapasitasnya. Dia berharap lulusan STIE Surakarta menjadikan momentum wisuda ini untuk berusaha dan bekerja lebih keras lagi. Sebab kemampuan berbahasa asing dan penguasaan teknologi merupakan dua modal penting untuk bersaing dalam dunia kerja. Seiring dengan era globalisasi.

“Enterpreneurship salah satu pilihan tepat bagi generasi milenial. Sebab generasi ini lahir dengan teknologi, tumbuh dan berkembang dengan teknologi, dan bersaing di era digital. Kami pun mengikuti perkembangan era revolusi industri 4.0 dengan visi menjadi perguruan tinggi yang unggul pada 2030. Terutama memanfaatkan teknologi informasi bidang ilmu ekonomi dan ekonomi kreatif di tingkat nasional. Serta berkarakter entrepreneur,” jelas Sunarto.

Saat ini banyak perusahaan start-up mampu menggeser perusahaan incumbent. Bukan lagi perang harga dan perang merek. Melainkan perang bussines model. Surnarto berharap lulusan STIE Surakarta mampu menggabungkan braind memory dan muscle memory. Sehingga berkontribusi kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

Sementara itu, Wakil Ketua I Bidang Akademik STIE Surakarta Ginanjar Rahmawan menjelaskan, prodi sudah mendapat akreditasi B dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT). sedangkan akreditasi institusi memperoleh nilai B. Bahkan ijazah yang dikeluarkan menggunakan sistem penomoran ijazah nasional (PIN) dan sistem verifikasi ijazah secara elektronik (sivil).

PIN sudah digunakan mulai 2018. Dengan PIN, ijazah STIE Surakarta punya nomor seri yang juga dikeluarkan Ditjen Belmawa. Memudahkan penelusuran ijazah serta mempersempit ruang gerak pemalsuan ijazah.

“Sudah ada 100-an perusahaan yang berkerja sama dengan kami untuk meningkatkan soft skill mahasiswa. Pada wisuda kali ini, 94 mahasiswa berpredikat cumlaude atau dengan pujian,” tandasnya.

KOMITMEN: Sambutan Ketua STIE Surakarta Dr. Sunarto Isstianto, M.M., saat Wisuda Sarjana ke-37, Sabtu (3/11).
Terus Berinovasi Cetak SDM Unggul

ALUMNI STIE Surakarta harus mampu mengikuti tren dan era yang sedang berkembang saat ini. Revolusi Industri 4.0 adalah tantangan bagi semua lembaga pendidikan untuk mampu menyiapkan lulusan yang memiliki kompetensi bersaing di era post disrupsion. Merespon hal tersebut, STIE Surakarta sebagai salah satu lembaga pendidikan di Indonesia, melakukan beberapa inovasi untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) berkualitas.

Inovasi tersebut yakni membuka kelas S1 Manajemen Bisnis Digital. Dalam kelas ini mahasiswa akan memahami fundamental bisnis digital, social media marketing, sampai pembuatan konten bisnis kreatif. Inovassi kedua, melakukan perubahan kurikulum yang hanya fokus pada ekonomi dan bisnis. Ilmu ekonomi dan bisnis merupakan ilmu pokok dalam segala perusahaan.Ketiga, mengganti proposal skripsi menjadi desain skripsi agar mahasiswa dapat memahami lebih dalam proses penyusunan skripsi. Keempat, memperbanyak mata kuliah kewirausahaan menjadi empat semester. Kelima, membentuk pusat Inovasi dan inkubasi bisnis sebagai wadah pengembangan bisnis mahasiswa.

Inovasi keenam, rekrutmen calon mahasiswa yang memiliki prestasi akademik maupun non-akdemik untuk meraih prestasi level nasional. Tahun ini, mahasiswa STIE Surakarta juara 1 dan 3 nasional kejuaraan pencak silat di Jogja. Serta juara 3 internasional kejuaraan pencak silat di Bali. Bahkan salah seorang mahasiswa mewakili STIE Surakarta di UTeM Malaysia dan mewakili acara di Thailand.Selanjutnya, STIE Surakarta berinovasi meningkatkan standar kualitas input mahasiswa melalui proses seleksi ketat dengan menetapkan tes masuk. Serta memberikan poin lebih pada mahasiswa magang.

Inovasi kesembilan, penetapan standar nilai yang terdiri dari lima komponen. Yakni 20 persen kehadiran, 20 persen keaktifan, 20 persen UTS, 20 persen UAS, dan 20 persen tugas. Terakhir, tahun ini STIE Surakarta menggelar konferensi internasional di Malaysia. Dihadiri dosen dan mahasiswa dari Indonesia, Malaysia, dan Thailand.

DISRUPTIVE INNOVATION
START WITH YOU.

SEGERA DAFTAR